Pages

Minggu, 07 November 2010

Bumi manusia Vs Para Priyayi

Bumi Manusia di telurkan oleh seorang pesastra Indonesia yang telah malang-melintang dinkancah Internasional, namanya Pramoedya Ananta Toer. Sedangkan Para Priyayi lahir dari tangan pesastra yang juga cukup terkenal, yaitu Umar Kayam. Penulis Bumi Manusia lahir di Blora dan Umar Kayam lahir di daerah Ngawi. Cukp dekat bukan ??
Bumi Manusia merupakan satu dari empat seri novel tersebut, so, Bumi manusia adalah tetralogi. Sedangkan rivalnya, Para Priyayi hanya terdiri dari dua Novel dan bisa disebut Dwilogi.

Hak Cipta novel Para Priyayi telah dibeli oleh negara dan tidak dapat diperdagangkan, makanya kalau mencari novel Para Priyayi harus di perpustakaan bukan di toko Buku. Untuk novel Bumi Manusia, Hak Cipta masih dipegang oleh penulis (atau yang mengurusi, sualnya Pak Pram udah tiada...)jadi kalau mau beli novel ini isa langsung ke toko Buku, atau barangkali ada teman-teman anda yang punya buku ini.
Ruang lingkup yang ditulis oleh pak Pram, itu universal tapi masih dalam alur yang runtun dan berkoridor. Kalau Kang Umar niih, Ruang lingkupnya seperti Istana Sentris. Beliau hanya menceritakan tentang satu keluarga dan segala problema keluarga tersebut tanpa menengok ke kanan atau kekiri.

Dari segi bahasa, Pram sedikit lebih menguasai bahasa asing. Dalam novel Bumi Manusia, kadang-kadang memakai bahasa asing seperti Inggris, Belanda dan Prancis. Sedang Kang Umar, lebih menonjol pada bahasa jawa bahkan pada novel Para Priyayi 2 Umar bahkan membubuhkan kata-kata yang identik dengan logat Jawa seperti “to” pada kalimat yang di ucapkan oleh bangsa Asing seperi Amerika.

Nilai Sosial lebih banyak terdapat pada Bumi Manusia daripada Para Priyayi. Meskipun ada jarak antara tokoh Bumi Manusia dengan lingkungannya, mereka cenderung ingin menyobek pemisah itu dan berbaur dengan masyarakat. Sedangkan tokoh-tokoh pada Para Priyayi cenderung lebih bersikap pemilih, baik dalam memilih kerabat, sahabat, ataupun teman.

Kali ini dilihat dari aspek Keagamaan. Para Priyayi lebih banyak mengenal agama-agama di dunia mulai dari Islam sampai Yahudi. Di novel ini juga terdapat penyimpangan-penyimpangan agama seperti manjadi orang abangan (orang Islam tapi tidak pernah melakukan hal-hal yang diperintah dalam Islam, kadang malah mencari sesuatu yang menyimpang dari Islam). Untuk novel Bumi Manusia, agama dalam novel ini hanya dua yaitu Islam dan kristen. Yahh,, meskipun disini juga ada penyimpangan agama tapi itu tidak terlalu diekspos oleh si penulis dan itu dijadika sesuatu yang lumrah.


Sekian perbandingan Novel Bumi Manusia dengan novel Para Priyayi. Kalau tidak sesuai dengan pikiran anda jangan tersinggung karena ini hanya unek-unek murni saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar